15 pertanyaan penting saat interview calon helper
Daftar pertanyaan yang benar-benar membedakan kandidat, dikelompokkan menurut apa yang ingin Anda ketahui, beserta cara membaca jawabannya.

Interview pertama sering berjalan sopan tetapi tidak informatif. Kedua pihak saling menjaga, pertanyaannya umum, dan setelah selesai Anda tetap tidak yakin.
Masalahnya biasanya bukan pada kandidat, melainkan pada bentuk pertanyaannya. "Apakah Ibu rajin?" hanya punya satu jawaban yang mungkin. Pertanyaan yang baik meminta cerita, bukan penilaian diri.
Berikut lima belas pertanyaan yang lebih sering menghasilkan jawaban yang berguna.
Tentang pengalaman
1. Bisa ceritakan tentang rumah tangga tempat Ibu bekerja terakhir? Berapa orang, seberapa besar rumahnya, apa saja tugasnya. Ini menunjukkan skala pekerjaan yang sudah dikenal, bukan hanya lama bekerja.
2. Bagian mana dari pekerjaan itu yang paling Ibu kuasai? Jawabannya memberi tahu di mana kekuatannya, dan biasanya lebih jujur daripada pertanyaan tentang kelebihan.
3. Bagian mana yang paling sulit? Kandidat yang bisa menjawab ini dengan tenang menunjukkan kesadaran diri. Yang menjawab "tidak ada yang sulit" biasanya belum benar-benar berpikir.
4. Mengapa Ibu berhenti dari pekerjaan sebelumnya? Dengarkan apakah ceritanya konsisten, bukan apakah alasannya sempurna.
5. Berapa lama biasanya Ibu bekerja di satu keluarga? Membantu memperkirakan kestabilan jangka panjang.
Tentang cara bekerja
6. Kalau ada beberapa pekerjaan sekaligus dan waktunya terbatas, bagaimana Ibu menentukan urutannya? Menunjukkan kemampuan mengatur prioritas — hal yang jarang muncul di profil.
7. Apa yang Ibu lakukan kalau menemukan sesuatu yang rusak atau pecah? Anda sedang menilai kejujuran dan kemauan melapor, bukan kehati-hatian.
8. Bagaimana Ibu ingin diberi tahu kalau ada yang perlu diperbaiki dari cara kerjanya? Pertanyaan ini sering mengejutkan kandidat, dan jawabannya sangat membantu Anda memberi arahan nanti.
9. Kalau ada instruksi yang tidak jelas, apa yang Ibu lakukan? Kandidat yang mengatakan akan bertanya lebih mudah diajak bekerja daripada yang menebak sendiri.
10. Apakah ada tugas yang Ibu tidak bersedia lakukan? Jauh lebih baik mengetahuinya sekarang. Jawaban jujur di sini adalah tanda yang bagus.
Tentang kecocokan praktis
11. Di mana Ibu tinggal sekarang, dan berapa lama perjalanan ke sini? Untuk helper yang pulang harian, ini termasuk faktor terbesar yang menentukan bertahan atau tidak.
12. Bagaimana pengaturan hari libur yang Ibu harapkan? Bicarakan sekarang, bukan di bulan pertama.
13. Apa harapan Ibu soal gaji untuk pekerjaan seperti ini? Sampaikan juga angka Anda secara terbuka. Ketidakcocokan yang muncul di sini menghemat waktu kedua pihak.
14. Apakah ada kondisi kesehatan yang perlu kami ketahui, atau hal yang membatasi jenis pekerjaan tertentu? Ditanyakan dengan hormat, ini melindungi kedua belah pihak.
15. Apa yang ingin Ibu tanyakan tentang keluarga kami? Pertanyaan penutup terbaik. Kandidat yang tidak punya pertanyaan biasanya belum benar-benar mempertimbangkan pekerjaannya.
Cara membaca jawaban
Detail spesifik lebih dapat dipercaya daripada kalimat umum. "Anak yang saya jaga sebelumnya tidur siang jam satu, dan biasanya sulit kalau lewat jam dua" adalah jawaban yang tidak bisa dikarang. "Saya suka anak-anak" bisa dikatakan siapa pun.
Perhatikan juga siapa yang bertanya. Percakapan yang mengalir dua arah biasanya menjadi hubungan kerja yang lebih baik daripada wawancara satu arah.
Dan percayai ketidaknyamanan Anda. Kalau ada yang terasa kurang pas tetapi tidak bisa Anda jelaskan, catat saja dan bandingkan dengan kandidat lain. Anda tidak harus punya alasan yang bisa diuraikan untuk memilih meneruskan pencarian.
Sebelum interview dimulai
Siapkan tiga hal: daftar tugas yang konkret, angka gaji Anda, dan jam kerja yang diharapkan. Interview berjalan jauh lebih baik ketika Anda sudah jelas tentang apa yang Anda tawarkan.
Di MyHelper interview dilakukan lewat video call, sehingga Anda bisa berbicara dengan beberapa kandidat tanpa mengatur pertemuan lintas kota. Biaya penempatan dibayar satu kali sebelum tahap interview, dan tidak ada biaya tambahan setelahnya.
Ringkasnya
Minta cerita, bukan penilaian diri. Bicarakan gaji, jarak, dan hari libur secara terbuka sejak awal. Lalu tutup dengan memberi kandidat kesempatan bertanya — dan perhatikan apakah ia menggunakannya.
